berikut adalah faktor dari program persediaan logistik kecuali
Kuncijawabannya adalah: B. pelajari tokoh. Menurut ensiklopedia, berikut adalah tahapan dalam persiapan menulis teks pidato, kecuali pelajari tokoh. Kemudian saya sarankan Anda untuk baca pertanyaan selanjutnya yaitu Jumlah rakaat shalat yang pertama kali diperintahkan Allah adalah waktu? beserta kunci jawabannya.
Logistikadalah proses pengelolaan, pemindahan, serta penyimpanan barang produksi barang jadi dari penyedia ke konsumen. Logistik juga dapat dimaknai sebagai proses perpindahan, pengaturan, serta
Metodeanalisa ABC adalah metode penggolongan persediaan yang dibedakan berdasarkan nilai persediaan. Nilai persediaan yang dimaksud adalah nilai total dari persediaan, bukan nilai atau harga persediaan per unit. Persediaan akan digolong ke dalam kelas kelas. Seperti kelas A, kelas B, kelas C dan seterusnya. Untuk apa ada peng-kelas-an seperti ini?
Faktoryang Mempengaruhi Logistik Faktor Pelayanan (Service) ini merupakan suatu tingkat pelayanan perusahaan dikonsumen. Faktor Biaya (Cost) ini merupakan sebuah biaya yang dihabiskan perusahaan untuk menangani pelayanan dikonsumen. Tujuan Logistik Adapun tujuan logistik diantaranya : 1. Tujuan Operasional
Berikutini adalah faktor-faktor produksi, KECUALI Lahan. Pendapatan
Site De Rencontre Province Du Luxembourg. Pada sebuah perusahaan diperlukan adanya sistem manajerial yang tertata rapi agar perusahaan itu dapat berjalan dengan baik. Dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang logistik, maka manajemen persediaan memiliki peranan yang sangat penting. Peran manajemen persediaan bagi logistik dapat Anda ketahui pada pembahasan di bawah Manajemen Persediaan dan Peran Manajemen Persediaan bagi LogistikPersediaan atau inventory memiliki makna yaitu suatu barang yang disimpan dengan tujuan untuk dipergunakan suatu hari guna tujuan tertentu. Sedangkan manajemen persedian memiliki makna pengaturan terhadap suatu persedian di terdiri atas tiga jenis, yaitu lot size inventory, fluctuation stock, dan anticipation stock. Penjelasannya adalah sebagai berikutLot Size InventoryLot size inventory merupakan persediaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan perusahaan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan potongan harga dalam jumlah banyak serta memaksimalkan dan menekan biaya jasa angkut barang sehingga dihasilkan biaya angkut barang yang lebih SizeFluctuation size memiliki arti persediaan yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai hal yang tidak terduga, seperti terjadinya kesalahan dalam prediksi penjualan, kesalahan pengiriman, maupun kesalahan StockAnticipation stock memiliki arti persediaan yang disiapkan untuk menghadapi peningkatan permintaan dari konsumen pada waktu tertentu. Misalnya permintaan meningkat disebabkan oleh pengaruh musim, atau mengantisipasi meningkatnya permintaan di saat bahan baku untuk memproduksi barang sedang Berdasarkan BentuknyaPersediaan berdasarkan bentuknya terdiri atas 3 aspek utama, yaitu bahan mentah raw material, persediaan barang dalam proses work in process, dan persediaan barang jadi finished goods. Berikut adalah contohnyaBahan MentahPada dasarnya bahan mentah merupakan bahan baku awal pembuatan suatu produk. Perusahaaan membeli bahan mentah untuk diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi bergantung dengan kebutuhan. Jumlah bahan mentah yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan didasari beberapa hal, yaitu waktu yang dibutuhkan, mulai dari pemesanan hingga barang diterima lead time, jumlah yang dipakai, jumlah investasi, dan karakteristik Barang dalam ProsesBarang dalam proses merupakan sebuah tahapan antara bahan mentah ke barang jadi. Sebuah perusahaan akan membentuk barang dalam proses menjadi bahan jadi, hal ini tentunya membutuhkan biaya, tenaga kerja, teknik, dan bahan pembantu Barang JadiBarang jadi merupakan barang yang telah dibuat oleh perusahaan, namun belum dijual dan dijadikan sebagai persediaan. Jika Anda pemesanan dari luar, persediaan barang jadi akan dikeluarkan dari gudang dan dijual pada dari Manajemen Persediaan bagi LogistikManajemen persediaan tidak dapat dilepaskan dari tempat penyimpanan atau gudang. Untuk itu dengan adanya manajemen persediaan maka berbagai hal yang berkaitan dengan logistik bisa dibenahi dengan memiliki pengertian bagian dari rantai persediaan yang memiliki fungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengontrol efisiensi penyimpanan barang dari awal hingga sampai pada pengertian tersebut tentu kita mengetahui peran manajemen persediaan bagi logistik yaitu sebagai pendukung satu sama lain dalam hal pengaturan berbagai stock atau persediaan yang ada di dalam manajemen persediaan bagi logistik sangat penting karena dengan adanya manajemen persediaan yang mengatur berbagai barang masuk ke gudang, maka logistik berperan untuk mengatur dan menilai efisiensi barang masuk tersebut hingga sampai ke konsumen. Jadi sebuah perusahaan akan menempatkan orang yang terpercaya pada bagian gudang untuk mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan peran manajemen persediaan bagi peran manajemen persediaan bagi logistik berjalan dengan baik, berbagai proses barang yang terjadi di gudang akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Karena jika terjadi beberapa hal yang dirasa merugikan perusahaan, maka sistem logistik akan mencatat dan memberikan evaluasi sehingga tidak akan terjadi hal yang sama dikemudian LogistikLogistik memiliki peranan penting pada perusahaan karena fungsi logistik adalah sebagai proses yang berkesinambungan satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang baik. Fungsi logistik adalah sebagai berikut1. Perencanaan dan Penentuan KebutuhanPada fungsi perencanaan logistik, memiliki tugas untuk menetapkan sasaran, aktivitas, dan pengukuran mengenai penyelenggaraan logistik. Pada penentuan kebutuhan maka tugasnya berupa perincian dan perencanaan. Pada tahap ini disebut juga sebagai tahap awal yang harus mendapat perhatian ekstra guna tercapainya tujuan untuk mencapai efektivitas serta efisiensi yang baik dari keseluruhan AnggaranPada tahapan ini sebuah perusahaan akan menentukan berbagai perincian dalam skala standar yang berkaitan dengan skala mata uang, jumlah biaya, serta berbagai pengarahan dan pembatasan yang Pengadaan BarangDalam fungsi ini perusahaan melakukan usaha atau kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah ditentukan pada dua fungsi Penyimpanan dan PenyaluranFungsi ini memiliki peranan sebagai pelaksana penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran barang sesuai dengan pengaturan yang telah ditetapkan pada fungsi-fungsi PemeliharaanFungsi ini memiliki peranan untuk memaksimalkan umur barang yang ada di tempat penyimpanan serta meminimalisasi biaya kerusakan yang diakibatkan oleh sistem penyimpanan barang. Jadi fungsi ini harus dijalankan sebaik mungkin untuk merawat, menjaga, dan menjamin setiap barang yang telah disimpan tetap memiliki kualitas yang baik seperti kondisi awal barang tersebut masuk ke PenghapusanPada fungsi ini dilakukan jika suatu barang yang disimpan telah mencapai tahap akhir dari manfaatnya. Batasan dari penghapusan ini harus mempertimbangkan kebijakan dari PengendalianFungsi ini memegang peranan inti dalam sebuah proses logistik. Dalam fungsi ini dilakukan monitoring dan pengamanan terhadap seluruh proses logistik. Jadi dengan adanya fungsi pengendalian, berbagai masalah yang berkaitan dengan kerusakan barang bisa adanya fungsi-fungsi tersebut, maka peranan logistik dalam perusahaan bisa berjalan sebagaimana yang telah diharapkan. Jika tidak ada sistem logistik yang baik, perusahaan dapat merugi. Berbagai produk yang disimpan di gudang tidak terkendali sehingga berbagai kerusakan pun bisa saja pencatatan logistik yang dilakukan akan sangat memengaruhi keuntungan yang dapat dan diterima oleh perusahaan. Dengan begitu perlu adanya koordinasi yang baik pada bagian logistik dengan bagian lain dari perusahaan untuk melihat sejauh mana pasokan barang yang dibutuhkan untuk mengisi persediaan di gudang. Dengan begitu perusahaan akan memiliki tingkat stabilitas yang baik karena pemasukan dan pengeluaran perusahaan berjalan dengan seimbang. Perusahaan pun akan mendapatkan keuntungan yang besar dari proses penjelasan lengkap mengenai peran manajemen persediaan bagi logistik, fungsi manajemen persediaan dan logistik. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan untuk memilikirkan sistem yang akan digunakan dalam penyediaan barang untuk menghasilkan keuntungan. Dengan adanya sistem perencanaan yang baik maka perusahaan yang dibangun akan berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan besar artikel ini bermanfaat untuk Anda.
Daftar isiPengertian LogistikSejarah LogistikCiri-ciri LogistikFungsi LogistikTujuan LogistikManfaat LogistikFaktor yang Mempengaruhi LogistikAktivitas LogistikProses dalam Siklus LogistikContoh LogistikApa kalian pernah mendengar kata logistik? Yuk simak penjelasan tentang pengertian logistik, sejarah, ciri ciri hingga contoh dari Secara UmumSecara umum logistik adalah sekumpulan kegiatan perencanaan atau pengorganisasian dan suatu ilmu pengetahuan untuk melakukan proses penyimpanan, penyaluran, dan pemeliharaan berbagai peralatan dan alat alat Menurut KBBIMenurut kbbi logistik adalah segi ilmu kemiliteran mengenai pengadaan, perawatan, dan transportasi peralatan, pembekalan, dan Menurut Para AhliDonald WaltersLogistik yaitu salah satu fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan barang, dan penyimpanan material dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok dan sampai ke pelanggan ialah suatu integrasi dari pengadaan, transportasi, manajemen persediaan, dan aktivitas pergudangan dalam menyediakan alat/cara yang berbiaya efektif, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, baik internal maupun Kusdanu WaskitoLogistik adalah berbagai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian faktor produksi secara efektif dan efisien dalam rangka memperoleh barang atau jasa sejak dari titik Permulaan sampai ke titik konsumsi sesuai dengan harapannya House DictionaryLogistik merupakan cabang dari ilmu dan operasi militer yang berhubungan dengan pembelian, supply, pemeliharaan peralatan, pergerakan personil dan penentuan LogistikSelama perang Troya Yunani mengirimkan 1200 kapal ke Troya. Untuk perang ini, bangsa Yunani tidak mampu membawa cukup makanan dan dari itu, mereka harus menanam makanan di Troya dan terus menerus melakukan penyerbuan kecil untuk mecari masalah logistik ini, mereka tidak bisa melancarkan serangan yang menentukan dan signifikan untuk mengakhiri perlawanan bangsa ini berlangsung selama sepuluh tahun. Sejarawan Yunani Thucydides 460-400 SM menjelaskan isu ini dan menekankan pentingnya keberadaan atau ketiadaan logistik dalam tetapi ada juga bukti-bukti yang menyatakan bahwa bangsa Yunani kala itu telah mengerti pentingnya antara kalimat-kalimat dalam epik karangan Homer ialah mengenai perisai baru milik pahatannya dijelaskan tentang kota Troya yang di kepuung, tetapi bukanya menyerang kamp-kamp milik bangsa Yunani, para pasukan Troya malah menyerang domba-domba milik bangsa ini melambatkan laju pasukan Yunani. Bukan hanya orang Troya, pasukan Yunani juga dengan segala daya upaya berusaha menyelamatkan domba mereka mengingat betapa pentingya pasokan pangan bagi kelanjutan pengepungan mereka atas kota satu kampanye perang pertama pada masa kuno ialah Perang Persia. Raja Persia Xerxes I pergi bertempur pada tahun 480 SM dengan membawa sekitar pasukan bersamanya menuju beberapa kota-kota di pasukan Persia yang begitu banyak, pasokan logistik hanya bisa dilakukan melalui laut karena melalui jalan darat terlalu susah pada masa dari itu, pasukan Xerxes maju bertempur dengan dikawal oleh armada kapal perang dan kapal kalah di pertempuran Salamis sang raja harus mundur karena dia mengkhawatirkan akan hilangnya koneksi antara rantai suplai dengan pasukannya di LogistikMemiliki aktivitas logistik lokasi fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi, dan pengurusan dan penyimpanan telah dilaksanakan orang semenjak awal spesialisasi untuk dapat membayangkan sesuatu pemasaran atau manufakturing yang tidak membutuhkan dukungan logistik bisa berbeda pada setiap organisasi swasta dan pemerintahan, tergantung dari masing-masing struktur organisasi yang umum aktivitas logistik seperti transportasi, inventarisasi, komunikasi, penempatan lokasi fasilitas, transportasi, serta pengurusan dan penyimpanan telah dilaksanakan orang semenjak awal spesialisasi arti luas, ruang lingkup aktivitas logistik meliputi segala sesuatu yang memindahkan ke, dari, dan di antara fasilitas-fasilitas dalam LogistikDalam pelaksanaannya, logistics memiliki beberapa fungsi penting yang saling terkait satu dengan fungsi logistik adalah sebagai berikut1. Fungsi Perencanaan dan Pemenuhan KebutuhanLogistics berfungsi sebagai perancang dan penentu kebutuhan dari setiap program ini mencakup kegiatan analisis terkait produk yang akan dipakai, ketersediaan, dan skala perencanaan ini harus memperhatikan budget yang dimiliki oleh organisasi, aspek ketersediaan, dan juga kemudahan akses untuk mendapatkan Fungsi PenganggaranFungsi ini bertujuan untuk memastikan bahwa keperluan pengadaan barang sesuai dengan budget yang biaya penganggaran logistik ternyata tidak sesuai dengan budget, maka diperlukan perubahan pada Fungsi PengadaanPada dasarnya logistics lebih fokus pada pengadaan barang dan merupakan hal yang terjadi terjadi ketidak cocokan anggaran dan sulit mengubah perencanaan maka manajer logistik harus melakukan improvisasi untuk mengelola kegiatan logistik dengan anggaran Fungsi Penyimpanan dan PenyaluranIni merupakan proses dimana barang yang telah didapatkan disimpan di tempat yang barang tersebut kemudian disalurkan kepada pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan standar operasional Fungsi PemeliharaanDi dalam proses logistik juga mencakup pemeliharaan barang. Secara umum, tujuan pemeliharaan barang logistik adalah untuk memastikan barang yang disimpan tidak cepat LogistikBerikut ini adalah tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaannya1. Tujuan UmumPada dasarnya tujuan khusus dari kegiatan logistics management adalah fokus pada pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan Tujuan KhususAda tiga tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan logistik, yaitu;Tujuan operasional, yaitu agar persediaan barang dapat dilakukan dengan jumlah dan kualitas yang keuangan, yaitu agar pengeluaran untuk pengadaan barang dapat dilakukan secara pengamanan, yaitu untuk menjaga dan mendukung efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan LogistikManfaat logistik yaitu untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan dan juga untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang pelaksanaannya, kegiatan logistik mempunyai standar performa yang harus performa yang ingin dicapai kegiatan logistik yaitu terjadinya keseimbangan antara kualitas pelayanan yang diharapkan pelanggan dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan yang Mempengaruhi LogistikFaktor Pelayanan ServiceIalah suatu tingkat pelayanan perusahaan pada Biaya CostYakni sebuah biaya yang dihabiskan perusahaan untuk menangani pelayanan pada LogistikMenurut Gunawan, ada beberapa aktivitas logistik yang saling berkaitan satu dengan aktivitas-aktivitas logistik tersebut adalah sebagai berikutPelayanan Pelanggan Customer ServicePrediksi Permintaan Demand ForecastingManajemen Persediaan Inventory ManagementKomunikasi Logistik Logistic CommunicationPenanganan Material Material HandlingProses Pemesanan Order PrecessingPengemasan PackagingKomponen-komponen dan Pelayanan Pendukung Parts and Service SupportSeleksi Lokasi Pabrik dan Tempat penyimpanan/ Gudang Plant and Warehouse Site SelectionProcurement/ PurchasingReverse LogisticsTransportasi TransportationPergudangan dan penyimpanan Warehousing & Storage.Proses dalam Siklus LogistikMasing-masing dari fungsi logistik itu saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Berikut adalah siklus dari logistik1. PerencanaanPerencanaan secara umum merupakan suatu proses merumuskan sasaran serta juga menentukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan guna mencapai tujuan yang sudah atau telah dengan logistik, perencanaan ini merupakan suatu proses merencanakan kebutuhan barang atau juga persediaan yang pelaksanaannya,Dilakukan oleh seluruh calon pemakai user yang setelah itu diajukan sesuai dengan alur yang berlaku pada tiap-tiap organisasi Mustikasari 2007.2. PenganggaranPenganggaran/budgetting ini merupakan seluruh aktivitas atau kegiatan serta juga usaha untuk merumuskan perincian logistik itu di dalam suatu skala tertentu/ skala standar yakni mata uang serta jumlah biaya Subagya & Mustikasari.3. PengadaanPengadaan ini merupakan seluruh kegiatan serta usaha di dalam menambah serta memenuhi kebutuhan barang dan juga berdasarkan peraturan yang berlaku yakni dengan menciptakan sesuatu yang tadinya itu belum ada menjadi ada atau juga mempertahankan sesuatu yang telah ada itu dalam batas-batas efisien Subagya 1994.4. PenyimpananPenyimpanan ini adalah suatu kegiatan serta usaha di dalam melakukan pengelolaan barang persediaan inventory di tempat yang telah atau sudah ditentukan untuk setelah digunakan dikemudian Penyaluran DistribusiPenyaluran atau distribusi ini adalah kegiatan atau usaha di dalam mengelola pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain Subagya 1994.6. PemeliharaanPemeliharaan ini adalah suatu kegiatan atau juga usaha menjaga barang itu agar tetap pada keadaan aslinya atau juga tidak terjadi halyang tidak PenghapusanPenghapusan ini adalah kegiatan atau juga suatu usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban yakni sesuai dengan peraturan serta UU yang berlaku Subagya 1994.8. PengendalianPengendalian ini ialah sebuahsistem pengawasan dari suatu hasil penilaian, laporan,pemantauan,Serta pemeriksaan terhadap step-step manajemen logistik yang sedang ataupun sudah berlangsung Mustikasari 2007.Contoh LogistikContoh kecilnya adalah pada aktivitas kegiatan berbelanja online. Barang yang dibeli secara online itu tidak akan bisa kamu pakai atau pun gunakan kalau tidak atau belum diantarkan, bukan?Disebabkan karna dibelinya secara online sehingga wujud real dari barang tersebut tidaklah lihat.
Logistik ini adalah salah satu ilmu yang mencakup mengenai beberapa hal seperti pemeliharaan, penyaluran, penyimpanan, serta juga penghapusan pada alat serta barang tertentu. Logistik tersebut berasal dari bahasa Yunani “Logos” yang memiliki fungsi “Rasio, alasan, pembicaraan, kata, kalkulasi, orasi”, selain dari itu kata logistik juga berasal dari bahasa Perancis yakni “Loger” ialah “Untuk menginapkan atau menyediakan”. Dibawah ini merupakan pengertian logistik yang dikemukakan oleh beberapa para ahli, diantaranya sebagai berikut Burg dalam Lysons 2000 Pengertian Logistik ini merupakan suatu integrasi dari manajemen pengadaan ,persediaan, transportasi, serta juga kegiatan atau aktifitas pergudangan di dalam menyediakan/mempersiapkan alat/cara yang berbiaya efektif, untuk kemudian memenuhi kebutuhan pelanggan, baik itu untuk internal atau pun eksternal. Donald Walters 20033-4 Logistik ini ialah fungsi yang melibatkan perpindahan, serta juga penyimpanan material di dalam perjalanannya dari pengirim awal, dan mengatur perpindahan barang, itu dengan melalui rantai pasok serta juga sampai ke pelanggan akhir. Christopher 2005 Logistik ini ialah suatu proses yang dengan secara strategis mengelola pengadaan, pergerakan, dan juga penyimpanan material, suku cadang serta juga barang jadi beserta aliran informasi terkait yakni dengan melalui organisasi serta kanal pemasarannya, di dalam caranya yang mana keuntungan suatu perusahaan tersebut, baik untuk saat ini atau pun juga untuk diwaktu mendatang, hal tersebut bisa atau dapat dimaksimalkan yakni dengan cara pemenuhan pesanan itu dengan berbiaya efektif. Yolanda M. Siagian 2005 Logistik ini ialah bagian dari proses rantai suplai supply chain yang mempunyai atau memiliki fungsi merencanakan, pengelolaan, melaksanakan, mengontrol, penyimpanan barang, dengan secara efektif, efisien proses pengadaan, pelayanan serta informasi mulai dari titik awal point of origin sampai pada titik konsumsi point of consumption itu dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen. Gattorna dan Walters Logistik ini merupakan aspek manajemen strategis yang bertanggung jawab mengelola akuisisi, pergerakan serta penyimpanan barang mentah, bahan setengah jadi serta juga informasi-informasi yang menyertainya di dalam suatu organisasi serta saluran pemasaran untuk memenuhi harapan pelanggan sehingga bisa atau dapat mencapai aspek keuntungan perusahaan. Council of Logistic Management Ballou, 1992 Logitik ini merupakan suatu proses implementasi,perencanaan, serta pengendalian efisiensi, aliran biaya yang efektif serta bahan setengah jadi, penyimpanan bahan mentah, barang jadi serta informasi-informasi yang berhubungan dari asal titik konsumsi yakni dengan tujuan memenuhi kebutuhan. Faktor yang Mempengaruhi Logistik Faktor Pelayanan Service ini merupakan suatu tingkat pelayanan perusahaan dikonsumen. Faktor Biaya Cost ini merupakan sebuah biaya yang dihabiskan perusahaan untuk menangani pelayanan dikonsumen. Tujuan Logistik Adapun tujuan logistik diantaranya 1. Tujuan Operasional Persediaan barang itu harus mencukupi untuk kebututuhan beberapa hari ke depan. Jadi, tiap-tiap logistik itu mempunyai stock yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kemudian barang tidak mengalami kekurangan atau juga kelebihan saat berada di pasar. Oleh sebab itu banyak sekali distributor produk yang melakukan logistik, terutama untuk daerah-daerah itu dengan jangkauan yang sangat jauh. Hal tersebut untuk menghindari tidak tersedianya barang pada lokasi yang diinginkan. 2. Tujuan Keuangan Selain dari itu terdapat juga yang namanya tujuan keuangan, pastinya tiap-tiap produsen ingin mencapai keuntungan yang maksimal serta kerugian seminimal mungkin. Logistik ini umumnya menyediakan pengiriman yang lebih terjangkau dari pada jenis lainnya, apalagi ia ini juga mempunyai sistem perawatan sehingga barang bisa atau dapat sampai dengan tingkat kerusakan yang sangat rendah. 3. Tujuan Pengamanan Keamanan barang ini menjadi prioritas tiap-tiap pengiriman produk ataupun barang, pada dasarnya di era modern tersebut logistik telah atau sudah mempunyai standar keamanannya masing-masing. Baik dari penyimpanan, pengemasan, sampai pada pengiriman tentu perlu sangat diperhatikan supaya kemudian tidak terjadi kerusakan pada barang tersebut. Terlebih lagi logistik tersebut mempunyai tempat penyimpanan yang aman serta juga tertata dengan secara rapi, hal tersebut dapat atau bisa membuat barang terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Alat transportasi tersebut juga tidak luput dari perhatian, setidaknya alat dari transportasi yang digunakan tersebut wajib memenuhi standar dari perusahaan logistik yang terdapat tersebut. Manfaat Logistik Logistik ini memang mempunyai pengaruh yang sangat besar di dalam sistem pengiriman barang, yang mana ia memiliki jadwal dan juga pengaturan yang sangat tepat. Hal inilah yang membuatnya ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan yang ada, bahkan tiap-tiap harinya sudah terdapat jadwal pengiriman untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 2. Sebagai Tempat Simpan Salah satu dari sistem yang ada di dalam logistik ini merupakana sebagai tempat penyimpanan, hal tersebut sangat wajar mengingat logistik ini memiliki gudang di setiap daerah. Umumnya tiap barang yang masuk serta keluar diberi jadwal masing-masing, tentu saja selama barang itu belum dikirim maka ia akan tetap disimpan yakni dengan baik di gudang penyimpanan. 3. Memelihara Kualitas Barang Tiap-tiap aktivitas atau kegiatan logistik selalu terdapat pemeriksaan kualitas, mulai dari penyimpanan, penerimaan, hingga pengiriman. Tiap saat kondisi barang tersebut akan selalu dicek serta diperiksa sesuai dengan prosedur yang berlaku, hal tersebut dilakukan supaya barang tidak mengalami rusak atau juga cacat sebelum diterima oleh pelanggan. 4. Efektivitas dan Efisiensi Distribusi Sebelum adanya logistik pengiriman barang ini di zaman dahulu tersebut itu dengan menggunakan cara one time, disini barang tersebut kemudian akan dikirim hanya sekali waktu saja dari tempat asal itu ke tempat tujuan yakni dengan menggunakan satu transportasi saja. Sehingga sangat tidak efektif atau pun juga efisien untuk dilakukan, apalagi cara tersebut juga memakan biaya yang cukup besar. Namun dengan adanya logistik sistem pengiriman tersebut menjadi estafet, yang mana di dalam satu pengiriman barang itu dengan melalui beberapa tahapan serta juga alat transportasi. Sehingga di dalam hal efektivitas atau juga efisiensi lebih baik dari pada menggunakan one time. 5. Manajemen Anggaran Aktivitas logistik yang baik tersebut sangatlah memerhatikan manajemen anggaran, tentunya anggaran yang dikeluarkan untuk pengiriman barang itu dengan menggunakan cara ini sangatlah maksimal. Hal tersebut dikarenakan pengiriman bisa atau dapat berfokus untuk satu area saja, sehingga kemudian pengiriman menjadi lebih cepat serta sangat terjangkau. Sistem gudang yang dimilikinya ini juga sangat membantu penyediaan barang dengan secara real time, sangat cocok untuk sebuah perusahaan yang memiliki produk di pasaran. Yangmana perusahaan tersebut bisa atau dapat menyediakan produknya terus menerus, hal tersebut dapat atau bisa membuat penjualan bisa atau dapat meningkat drastis. Aktivitas Logistik Pelayanan Pelanggan Customer Service. Prediksi Permintaan Demand Forecasting. Manajemen Persediaan Inventory Management. Komunikasi Logistik Logistic Communication. Penanganan Material Material Handling. Proses Pemesanan Order Precessing. Pengemasan Packaging. Komponen-komponen dan Pelayanan Pendukung Parts and Service Support. Seleksi Lokasi Pabrik serta juga Tempat penyimpanan atau Gudang Plant and Warehouse Site Selection. Procurement atau Purchasing. Reverse Logistics. Transportasi Transportation. Pergudangan dan penyimpanan Warehousing & Storage. Proses Dalam Siklus Logistik Fungsi logistik ini bisa atau dapat disusun dalam bentuk skema siklus kegiatan atau aktivitas logistik Mustikasari 2007. Masing-masing dari fungsi logistik itu saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. 1. Perencanaan Perencanaan secara umum merupakan suatu proses merumuskan sasaran serta juga menentukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan guna mencapai tujuan yang sudah atau telah ditentukan. berhubungan dengan logistik, perencanaan ini merupakan suatu proses merencanakan kebutuhan barang atau juga persediaan yang pelaksanaannya dilakukan oleh seluruh calon pemakai user yang setelah itu diajukan sesuai dengan alur yang berlaku pada tiap-tiap organisasi Mustikasari 2007. Perencanaan tersebut dapat dibagi ke dalam periode-periode diantaranya sebagai berikut Rencana jangka panjang long range Rencana jangka menengah mid range Rencana jangka pendek short range 2. Penganggaran Penganggaran/budgetting ini merupakan seluruh aktivitas atau kegiatan serta juga usaha untuk merumuskan perincian penentu kebutuhan logistik itu di dalam suatu skala tertentu/ skala standar yakni mata uang serta jumlah biaya Subagya & Mustikasari. Di dalam penyusunan anggaran tersebut terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut Peraturan-peraturan terkait. Pertimbangan sosial, politik, ekonomi, serta teknologi. Hal-hal yang berkaitan dengan anggaran. Pengaturan anggaran misalnyaseperti sumber biaya pendapatan sampai pada pengaturan logistik. 3. Pengadaan Pengadaan ini merupakan seluruh kegiatan serta usaha di dalam menambah serta memenuhi kebutuhan barang dan juga jasa dengan berdasarkan peraturan yang berlaku yakni dengan menciptakan sesuatu yang tadinya itu belum ada menjadi ada atau juga mempertahankan sesuatu yang telah ada itu dalam batas-batas efisien Subagya 1994. Proses pengadaan perlengkapan serta peralatan umumnya itu dilaksanakan/dilakukan dengan tahapan diantaranya Perencanaan serta penentuan kebutuhan Penyusunan dokumen tender Pengiklanan/penyampaian undangan lelang Pemasukan serta pembukuan penawaran Evaluasi penawaran Pengusulan serta penentuan pemenang Masa sanggah Penunjukan pemenang Pengaturan kontrak Pelaksanaan kontrak 4. Penyimpanan Penyimpanan ini adalah suatu kegiatan serta usaha di dalam melakukan pengelolaan barang persediaan inventory di tempat yang telah atau sudah ditentukan untuk setelah digunakan dikemudian hari. Penyimpanan tersebut memiliki fungsi untuk bisamenjamin penjadwalan yang telah atau juga sudah ditetapkan di dalam fungsi sebelumnya ialah dengan pemenuhan setepatnya serta juga dengan biaya efisien. Dengan proses tersebut, kemudian diharapkan kualitas barang tersebut bisa atau dapat dipertahankan, pencarian barang yang lebih mudah, barang terhindar dari kerusakan, serta aman dari pencurian. Faktor-faktor yang perlu untuk diperhatikan di dalam tahap penyimpanan ini diantaranya Pemilihan lokasi Barang jenis, bentuk atau bahan barang Pengaturan ruang Prosedur atau sistem penyimpanan 5. Penyaluran Distribusi Penyaluran atau distribusi ini adalah kegiatan atau usaha di dalam mengelola pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain Subagya 1994. Faktor yang mempengaruhi penyaluran barang ini diantaranya Proses administrasi Proses penyampaian berita data-data informasi Proses pengeluaran fisik barang Proses angkutan Proses pembongkaran serta pemuatan Pelaksanaan rencana-rencana yang telah ditentukan 6. Pemeliharaan Pemeliharaan ini adalah suatu kegiatan atau juga usaha menjaga barang itu agar tetap pada keadaan aslinya atau juga tidak terjadi halyang tidak diinginkan. Barang yang sampai pada gudang itu perlu dipelihara sertadijaga kualitasnya sampai saat barang itu kemudian didistribusikan atau juga digunakan. 7. Penghapusan Penghapusan ini adalah kegiatan atau juga suatu usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban yakni sesuai dengan peraturan serta UU yang berlaku Subagya 1994. Alasan dari penghapusan barang tersebut antara lain sebagai berikut Barang hilang akibat karna kesalahan sendiri, bencana alam, kecelakaan, administrasi yang salah, tercecer atau juga tidak ditemukan. Tehnis serta ekonomis ialah setelah nilai barang itu dianggap tidak ada manfaatnya yang disebabkan oleh karena beberapa faktor seperti barang mengurang karena susut, kerusakan yang tidak bisa atu dapat diperbaiki, kedaluwarsa,busuk, dsb. Tidak bertuan atau juga barangyang tidak diurus. Rampasan merupakan barang-barang bukti dari suatu perkara hukum. Cara-cara penghapusan yang lazim tersebut dilakukan antara lain Pemanfaatan kembali, Pemanfaatan langsung,Penjualan/pelelangan, Pemindahan, Hibah, serta Pemusnahan. 8. Pengendalian Pengendalian ini ialah sebuahsistem pengawasan dari suatu hasil penilaian, laporan,pemantauan, serta pemeriksaan terhadap step-step manajemen logistik yang sedang ataupun sudah berlangsung Mustikasari 2007. Bentuk dari kegiatan atau aktivitas pengendalian diantaranya Merumuskan tatalaksana di dalam bentuk norma, manual, kriteria, standar, instruksi serta prosedur lainnya. Melaksanakan evaluasi, pengamatan,serta juga laporan, untuk bisa/dapat mendapatkan gambaran serta informasi tentang penyimpangan dari rencana. Melaksanakan kunjungan staf di dalam mengidentifikasi mengenai cara-cara pelaksanaan itu dalam rangka pencapaian tujuan. Melakukan supervisi yakni Struktur organisasi yang baik Sistem informasi yang memadai Klasifikasi sesuai dengan standarisasi Pendidikan dan pelatihan Anggaran yang cukup memadai Contoh Logistik Kehidupan Sehari Hari Contoh kecilnya ialah pada aktivitas kegiatan kita berbelanja online. Barang yang dibeli secara online itu tidak akan bisa kamu pakai atau pun gunakan kalau tidak atau belum diantarkan, bukan? Disebabkan karna dibelinya secara online sehingga wujud real dari barang tersebut tidaklah lihat. Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Logistik, Tujuan, Manfaat, Faktor, Siklus dan Contoh, semoga dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih
Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Manajemen Logistik Adalah Pengertian, Fungsi, dan Komponen di Dalamnya Manajemen Logistik Adalah Pengertian, Fungsi, dan Komponen di Dalamnya Pada dasarnya, manajemen logistik adalah sebuah penerapan pada berbagai prinsip manajemen dalam aktivitas logistik untuk menggerakan personil dan barang agar bisa dilakukan secara lebih efisien dan lebih efektif. Pengertian lain dari manajemen logistik adalah suatu bagian dari upaya supply chain management yang mempunyai fungsi penting untuk proses pelaksanaan, perencanaan, serta pengendalian efektivitas dan efisiensi penyimpanan serta distribusi barang, pelayanan, serta informasi hingga pada suatu tutuk konsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan para konsumen. Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik. Menurut Para Ahli, Manajemen Logistik Adalah Abbas Abbas menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu prosedur aktivitas fungsional dalam mengelola material yang mencakup berbagai kegiatan perencanaan serta penentuan kebutuhan, anggaran pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan, hingga pengendaliannya. Subagya Subagya berpendapat bahwa manajemen logistik adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi daya guna efisiensi yang maksimal dalam rangka memanfaatkan produk barang dan jasa. Siahaya Siahaya mengatakan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari manajemen rantai pasok atau Supply chain management yang di dalamnya melakukan perencanaan, melaksanakan, serta mengendalikan arus barang secara lebih efektif dan efisien yang mencakup transportasi, distribusi, penyimpanan, jasa layanan, serta informasi terkait mulai dari mana barang tersebut berasal hingga tiba di tempat konsumen untuk bisa memenuhi keperluannya. The Council of Logistics Management CLM The Council of Logistics Management menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari prosedur supply chain yang berguna untuk melaksanakan, mengendalikan dan merencanakan keefektifan serta keefisienan aliran penyimpanan suatu produk barang, pelayanan, serta informasi terkait dari mulai awal hingga tiba di konsumen guna memenuhi keperluan mereka. Bowersox Bowersox menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah kegiatan perusahaan yang erat kaitannya dengan fasilitas, lokasi, transportasi, komunikasi, pengurusan, inventarisasi, hingga penyimpanan. Baca juga Manajemen Komunikasi Pengertian Menurut Ahli, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya Fungsi Manajemen Logistik Dalam proses penerapannya, manajemen logistik mempunyai berbagai fungsi penting yang akan selalu berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah fungsi-fungsi manajemen logistik. 1. Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan Dalam hal ini, manajemen logistik berfungsi sebagai perencanaan dan juga penentu keperluan dari setiap program organisasi. Hal tersebut meliputi aktivitas analisa produk yang digunakan, skala prioritas, hingga ketersediaan produk. Aktivitas perencanaan ini harus selalu memperhatikan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, faktor ketersediaan, hingga kemudahan dalam mengakses suatu barang. 2. Penganggaran Fungsi penganggaran dalam manajemen logistik adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan pengadaan barang sudah sesuai dengan anggaran yang dimiliki perusahaan. Apabila biaya anggaran logistik tersebut ternyata tidak sesuai, maka harus dilakukan perubahaan pada perencanaannya. 3. Fungsi Pengadaan Manajemen logistik pada dasarnya memang lebih fokus pada pengadaan barang dan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Saat ada ketidaksesuaian anggaran dan menjadi sulit dalam mengubah perencanaan, maka pihak manajemen logistik harus melakukan improvisasi dalam mengelola kegiatan logistik dengan budget yang terbatas. 4. Penyimpanan dan Penyaluran Fungsi manajemen logistik dalam menyimpan dan menyalurkan adalah suatu proses yang mana suatu produk barang sudah diperoleh pada tempat yang memang sudah seharusnya. Nantinya barang tersebut akan disalurkan ke pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan SOP perusahaan. 5. Pemeliharaan Dalam hal ini, manajemen logistik juga meliputi seluruh pemeliharaan barang. Umumnya, tujuan dari pemeliharaan barang logistik adalah guna memastikan produk barang yang tersimpan tidak menjadi cepat rusak. 6. Penghapusan Dalam proses aktivitas manajemen logistik juga terdapat aktivitas penghapusan. Fungsi penghapusan dilakukan untuk memisahkan barang yang sudah rusak, memperbaikinya, atau menggantinya dengan yang sesuai. 7. Pengendalian Manajemen logistik juga berfungsi sebagai pengendalian, yang mana akan dilakukan oleh seorang manajer logistik dengan tahapan yang sesuai dengan berbagai fungsi yang sudah disebutkan di atas. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh fungsi logistik bisa dilakukan sesuai dengan yang memang diharapkan. Tujuan Manajemen Logistik Berdasarkan beberapa fungsi manajemen logistik yang sebelumnya sudah kita bahas bersama, tujuan manajemen logistik adalah 1. Tujuan Umum Tujuan utama dari aktivitas manajemen logistik pada dasarnya adalah untuk bisa fokus pada pencapaian tujuan organisasi agar bisa lebih efisien dan efektif. 2. Tujuan Khusus Setidaknya terdapat tiga tujuan khusus dalam kegiatan manajemen logistik. Pertama, agar persediaan barang bisa dilaksanakan dengan kuantitas dan kualitas yang benar. Kedua, agar pengeluaran dana untuk tujuan pengadaan bisa dilakukan lebih efisien. Ketiga, guna mendukung dan juga menjaga efisiensi serta efektifitas guna mencapai tujuan utama perusahaan. Manfaat Manajemen Logistik Dengan menerapkan manajemen logistik yang baik, maka akan banyak manfaat yang akan dirasakan oleh suatu perusahaan. Beberapa manfaat manajemen logistik adalah 1. Persediaan Hadirnya manajemen logistik yang baik akan mampu ketersediaan barang sehingga seluruh kegiatan operasional perusahaan bisa dilakukan dengan lancar. 2. Transportasi Aktivitas logistik pasti akan memerlukan alat transportasi, sehingga pihak perusahaan yang sudah menerapkan manajemen logistik yang baik akan mampu memastikan adanya transportasi untuk proses penyaluran barang. 3. Fasilitas Terdapat berbagai fasilitas logistik yang diperlukan agar seluruh aktivitas logistik bisa dilakukan dengan lancar. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka pihak perusahaan akan mengetahui fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mendukung aktivitasnya. 4. Layanan Hal penting yang harus diperhatikan bagi setiap perusahaan adalah memberikan pelayanan yang baik pada pelanggannya. Namun, pelayanan tersebut juga tidak hanya fokus pada konsumen saja, tapi bisa juga pada pihak lain, seperti supplier. 5. Manajemen dan Administrasi Setiap kegiatan manajemen pastinya akan selalu didukung dengan aktivitas administrasi agar setiap kegiatan bisa dipastikan tercatat secara baik dan teratur, sehingga seluruh informasi kegiatan logistik bisa ditemukan secara mudah jika nantinya dibutuhkan. 6. Inbound Transportasi Manfaat manajemen logistik pada inbound transaksi dilakukan untuk menangani distribusi barang dan bahan baku dari pihak pemasok ke perusahaan. Perusahaan akan berpotensi mendapatkan kerjasama yang baik dengan pihak pemasok yang mempunyai kualitas bahan baku dan kualitas terbaik dengan menerapkan manajemen persediaan yang baik. 7. Outbound Transportasi Aktivitas manajemen logistik akan menangani distribusi yang baik dari pihak perusahaan ke pihak konsumen dan mampu memastikan pengantaran barang bisa dilakukan dengan baik. 8. Pemecahan Masalah Setiap proses penyediaan barang pasti akan ada saja masalah yang bisa terjadi. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka setiap permasalahan tersebut bisa diatasi dan juga diantisipasi dengan cepat, tepat, dan akurat. 9. Informasi Kepada Konsumen Biasanya, setiap konsumen ada saja yang melakukan tracking pada pengiriman barang yang dipesannya. Dengan hadirnya manajemen logistik yang baik, maka penyampaian informasi tentang distribusi suatu barang akan bisa dilakukan secara lebih rapi. 10. Kepercayaan dari Konsumen Tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar kepada perusahaan akan hadir jika ada pelayanan terbaik, baik itu dalam hal penyampaian informasi, ketepatan waktu, serta pelayanan yang baik. Hal tersebut akan berujung pada timbulnya loyalitas konsumen pada suatu brand. Komponen Manajemen Logistik Bowersox berpendapat bahwa aktivitas logistik bisa berjalan dengan baik jika didukung dengan berbagai komponen pada sistem logistik yang baik pula. Beberapa komponen manajemen logistik tersebut adalah Struktur Lokasi Fasilitas Hadirnya jaringan fasilitas dalam suatu perusahaan adalah serangkaian lokasi dimana dan dengan apa material atau produk akan dibawa atau diangkut. Untuk bisa mencapai tujuan perencanaan, berbagai fasilitas tersebut mencakup pabrik, gudang, serta toko pengecer. Apabila menggunakan jasa khusus dari perusahaan kurir atau gudang, maka fasilitas tersebut tentu akan menjadi bagian yang sangat penting dari jaringan kerja. Transportasi Terdapat satu hal yang diperlukan untuk menyelesaikan pengangkutan, yaitu kecepatan pelayanan transport. Kecepatan ini erat kaitannya dengan transport yang bisa memberikan pelayanan yang cepat dengan harga yang tinggi, selain itu pelayanan yang lebih cepat juga akan lebih mampu memotong waktu produksi barang. Persediaan Pengadaan material yang dilakukan dengan sistem logistik untuk alasan yang berbeda dengan pengadaan suatu produk matang atau produk jadi. Dengan memanfaatkan tahapan waktu MRP, maka tujuan terpentingnya adalah guna mempertahankan jumlah jadwal produksi dengan suatu komitmen minimal dari pengadaan persediaan. Komunikasi Komunikasi adalah suatu aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dalam sistem logistik. Kecepatan proses informasi juga sangat erat kaitannya dengan integrasi dari fasilitas, transportasi, serta persediaan perusahaan. Suatu perusahaan akan semakin peka pada gangguan arus informasi jika desain sistem logistik yang diterapkan di dalamnya lebih efisien. Penanganan dan Penyimpanan Penanganan serta penyimpanan mencakup pergerakan, pengemasan,dan pengepakan. Untuk itu, semakin sedikit produk yang ditangani, maka akan semakin terbatas atau lebih efisien pula arus total fisiknya. Apabila diintegrasikan secara lebih efektif, maka penangan ini akan mampu mengurangi masalah dengan kecepatan dan kemudahan dengan adanya sistem tersebut. Baca juga Pengertian Koordinasi Tujuan, Jenis, dan Ruang Lingkup Koordinasi Penutup Berdasarkan penjelasan yang sudah kita bahas bersama diatas, maka bisa kita simpulkan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik. Aktivitas ini sangat penting untuk perusahaan dengan skala kecil maupun besar agar bisnisnya bisa terus maju atau berkembang. Namun, untuk bisa terus maju dan berkembang, perusahaan tidak hanya bisa berfokus dalam menerapkan manajemen logistik, karena ada manajemen pemasaran dan manajemen keuangan yang juga harus diperhatikan. Nah, untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajemen keuangan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link
Dalam sebuah bisnis, pasti ada yang namanya barang atau alat yang disimpan, dipelihara, disalurkan, maupun dihapuskan. Jika tidak diawasi dan direncanakan dengan tepat, bukan tidak mungkin rangkaian aktivitas tersebut dapat berlangsung dengan tidak efektif dan efisien di seluruh tahapannya. Nah, untuk mengoptimalkan aktivitas tersebut, setiap bisnis atau perusahaan harus memahami apa arti logistik. Secara umum, pengertian logistik adalah sebuah ilmu pengetahuan atau seni dalam menjalankan aktivitas penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, sampai penghapusan terhadap sejumlah barang atau peralatan tertentu. Hal tersebut tentu saja bisa berimbas pada efektivitas perencanaan, pengawasan, sampai implementasi terhadap sebuah proses perpindahan barang, jasa, energi, maupun sumber daya lain mulai dari titik awal sampai titik pengguna. Lantas, apa manfaat, tujuan, peran, dan beragam aktivitas logistik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berikut ini. Baca Juga Contoh Surat Jalan yang Membuat Pengiriman Barang Lebih Lancar Dijalankan Apa Arti Logistik? Apa Arti Logistik Sejumlah ahli menyatakan jika logistik bisa diartikan sebagai rangkaian upaya, seperti, perencanaan, pengawasan, dan implementasi terhadap sebuah proses pemindahan produk, energi, barang, maupun sumber daya lainnya, mulai dari titik awal sampai ke pihak pengguna. Selain itu, ada pula definisi logistik menurut Christopher yang menjelaskan jika logistik adalah sebuah proses yang dijalankan secara strategis untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan juga pergerakan material atau suku cadang, dan barang jadi. Logistik juga mencakup informasi mengenai organisasi via jaringan pemasaran, pada prosedur yang mana mampu memaksimalkan keuntungan perusahaan saat ini maupun masa depan dengan seefektif mungkin. Sementara menurut Donald Walters, logistik adalah peran atau fungsi yang condong pada pelibatan alur perpindahan, pengaturan perpindahan sebuah produk, dan penyimpanan material di perjalanannya serta pengirim awal, menuju rantai pasok, hingga akhirnya ke tujuan akhir yaitu pelanggan. Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika logistik adalah bagian dari keilmuan manajemen di mana rangkaian proses aktivitasnya saling berkaitan serta dikerjakan dengan bertahap. Rangkaian aktivitas tersebut juga mempunyai tujuan dalam pengelolaan serta pemeliharaan produk, peralatan, atau perlengkapan tertentu. Tujuan Logistik Semua kegiatan logistik dilakukan guna mencapai sebuah tujuan tertentu, yakni, untuk menjamin ketersediaannya sebuah produk atau barang secara tepat waktu dan sampai di lokasi atau tempat yang tepat. Sehingga, perusahaan perlu menjalankan serangkaian aktivitas, mulai dari pengadaan barang, produksi, sampai distribusi. Pada prosesnya, kegiatan ini memiliki standar performa khusus yang perlu diraih. Selain itu, ada pula tingkatan kinerja yang perlu diraih pada aktivitas logistik, seperti, terciptanya keseimbangan atas kualitas layanan yang dibutuhkan oleh konsumen dengan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan tujuan akhir dari perusahaan. Menurut Bowersox, setidaknya terdapat 2 faktor utama terkait penentuan tingkat kinerja dari logistik. Faktor pelayanan, yakni sebuah tingkat layanan yang dihadirkan oleh perusahaan kepada para konsumennya. Faktor biaya, yakni jumlah atau nominal biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk menyediakan pelayanan yang tepat dan baik terhadap para konsumennya. Beragam Aktivitas Logistik Ada sejumlah aktivitas logistik yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya, antara lain Pelayanan pelanggan. Manajemen persediaan. Prediksi permintaan. Komunikasi. Proses pemesanan. Penanganan material. Pengemasan. Seleksi atau pemilihan lokasi pabrik serta tempat penyimpanan atau gudang. Purchasing atau procurement. Layanan dan komponen pendukung. Reverse logistics. Penyimpanan dan pergudangan. Transportasi. Baca Juga Mengintip Gebrakan Bos JNE Hadapi Arus Digitalisasi Lewat Transformasi Bisnis 5 Komponen pada Sistem Logistik Sebagai sebuah rangkaian aktivitas tertentu, logistik tentu memiliki suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang bisa mendukungnya agar dapat terus berjalan baik. Pada dasarnya, terdapat 5 komponen penting pada sistem logistik yang penting untuk dipahami, antara lain Tempat Fasilitas Logistik Jaringan tempat fasilitas merupakan komponen yang wajib dimiliki sebuah perusahaan. Sebab, komponen ini bertujuan untuk merencanakan asal dan tujuan produk serta material yang akan diangkut. Guna menciptakan bentuk layanan yang baik terhadap pelanggan dan mempunyai hubungan secara langsung terhadap produk, perusahaan harus menyiapkan fasilitas lain, seperti gudang, pabrik, serta toko pengecer. Saat serangkaian struktur lokasi dapat diatur dengan tepat dan strategis, perusahaan akan memperoleh keuntungan lebih menjanjikan. Perusahaan pun pastinya ingin meningkatkan efisiensi pada sistem manajemen logistiknya. Terkait hal tersebut, tingkat efisiensi ini berkaitan erat dan juga dibatasi oleh struktur dari lokasi fasilitas. Transportasi Pada sistem logistik, transportasi tentu menjadi komponen penting yang harus disiapkan. Secara umum, terdapat 3 alternatif yang bisa dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung aktivitas transportasinya. Ketiga alternatif tersebut adalah armada peralatan yang dapat dibeli atau disewa, menjalin kontrak tertentu yang dapat diatur dan disesuaikan dengan spesialis transportasi agar mampu mendapatkan layanan pengangkutan, serta mendapatkan sejumlah layanan dari perusahaan transportasi yang telah memiliki izin dan menyediakan layanan pengangkutan dari sebuah lokasi ke lokasi lain dengan tarif sesuai kesepakatan bersama. Manajemen Pengadaan Barang atau Persediaan Komponen ini merupakan bagian struktur perusahaan atau bisnis yang bertugas mengatur tingkat stok atau persediaan barang. Perusahaan wajib mampu mengelola serta mengatur cara memperoleh persediaan, menyimpannya, sampai nantinya dapat dikeluarkan atau digunakan. Tujuan utama dari komponen ini adalah mempertahankan kuantitas produk sesuai dengan target pelayanan. Komunikasi Komunikasi merupakan kegiatan berbagi informasi terhadap semua aktivitas logistik. Tanpa adanya komunikasi yang baik, sistem ini bisa mendapatkan beragam masalah serius. Salah satunya adalah kekeliruan penilaian tren terhadap laju logistik yang bisa memicu masalah kekurangan persediaan produk, maupun menciptakan komitmen berlebihan antara perusahaan dengan pihak pemasok, pihak pelanggan menengah, maupun pelanggan akhir. Selain itu, ada pula risiko terjadinya gangguan prestasi pada sistem yang berdampak pada hilangnya kestabilan. Penyebabnya bisa karena proses evaluasi atau penilaian yang berlebihan atau malah kurang menyeluruh. Penyimpanan Pada komponen yang terakhir, ini, cakupannya meliputi semua aspek operasional dari logistik. Contohnya adalah pengepakan, pengemasan, dan juga pergerakan. Semua aspek tersebut berhubungan dengan persediaan yang bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sebuah produk maupun material tertentu. 4 Peran Logistik bagi Perusahaan Peran Logistik bagi Perusahaan Tim logistik perusahaan yang mampu bekerja dengan efektif pasti dapat meningkatkan kualitas marketing dengan menyediakan proses perpindahan produk secara lebih efisien kepada para pelanggannya. Secara lebih spesifik, inilah 4 peran logistik bagi perusahaan atau bisnis. Orientasi pada Marketing Logistik mempunyai tugas penting terhadap kepuasan pelanggan sehingga turut berperan penting pula pada usaha pemasaran. Tidak hanya itu, hal tersebut berkaitan erat dan menjadi kunci terkait kemampuan bisnis dalam mendapatkan keuntungan melalui penjualan. Memberi Nilai Tambah Dalam menjalankan sebuah bisnis, produk yang dijajakan tentu harus selalu diinovasi agar memiliki nilai tambah yang menjual dan lebih mampu memuaskan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, loyalitas konsumen akan terjaga dan bisnis tidak akan kalah dengan kompetitor. Nah, kualitas logistik ini mampu memberi nilai tambah terhadap konsumen terkait utilitas waktu dan tempat, yakni, barang bisa didapatkan dengan mudah dan dalam waktu yang pas. Efisien Melakukan Perpindahan Produk Manfaat lainnya adalah terciptanya proses perpindahan produk secara tepat, di lokasi yang akurat, di waktu yang pas, dan dengan kondisi yang seharusnya. Tidak hanya itu, kualitas sistem logistik juga sedikit banyak memengaruhi harga agar lebih terjangkau sehingga konsumen bisa mendapatkan manfaat produk yang dibelinya. Ekonomis Terakhir, efisiensi logistik juga aset harus dijaga dan dipelihara oleh perusahaan. Jika mampu menyediakan produk dengan cepat serta biaya terjangkau ke pelanggan, perusahaan tentu bisa meningkatkan pangsa pasarnya dan menghadapi persaingan dengan para kompetitor. Efisiensi tersebut berpengaruh pula pada penjualan produk dengan harga lebih murah, maupun memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap konsumen sehingga kepuasannya terjaga. Jangan Remehkan Peran Logistik agar Bisnis Berjalan Lebih Lancar Secara umum, logistik merupakan salah satu hal yang berkaitan erat dengan operasional bisnis sehingga pengetahuan tentang aktivitas tersebut penting untuk dipahami. Melalui logistik yang baik, proses pemasaran, penjualan, dan penyediaan produk bisa terjamin. Jadi, kegiatan bisnis perusahaan pun tidak akan sampai terganggu hingga berisiko menurunkan penjualan dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Baca Juga Tips Jitu agar Bisnis Kamu Go International Logistik Bisnis Apakah Anda mencari informasi lain?
berikut adalah faktor dari program persediaan logistik kecuali